Mata Kuliah Kedokteran Hewan

Sahabat Latis, apa cita-cita kalian? Ada yang mau jadi dokter hewan ga? Kalo iya tentu kalian harus tau dulu mata kuliah kedokteran hewan apa aja ya kira-kira? Namanya juga kuliah kedokteran hewan, pasti belajar tentang kesehatan hewan. Tapi, kalian penasaran nggak sih kira-kira ada ga perbedaannya dengan kedokteran umum? Simak penjelasannya di bawah ini yuk! Karena tentu saja anatominya hewan dan manusia berbeda, ya kan?

Mata Kuliah Kedokteran Hewan

Mata Kuliah Kedokteran Hewan
Sumber Freepik

Pada program studi kedokteran hewan, kalian akan belajar tentang berbagai sudut pandang kesejahteraan timbal balik bersama antara hewan, lingkungan, dan manusia. Maksudnya adalah adanya kesejahteraan dalam beberapa bidang seperti budidaya, penyakit, mutu, dan keamanan produksi pangan yang berasal dari ternak dan juga berwawasan lingkungan.

Sebenarnya banyak banget mata kuliah kedokteran hewan kalau harus dijelaskan semuanya. Oleh sebab itu mata kuliah yang akan dijelaskan di sini beberapa mata kuliah yang sama dengan mata kuliah kedokteran umum, tetapi punya perbedaan khusus. Tapi tenang saja karena mata kuliah ini yang mencerminkan program studi kedokteran hewan.

1. Kimia, Fisika, dan Biologi Veteriner

Sama seperti prodi kedokteran umum dan FMIPA, kedokteran hewan juga mempelajari mata kuliah umum di semester pertama. Tapi tentu tetap ada bedanya. Untuk kedokteran hewan, mata kuliah kimia, fisika, dan biologi yang dipelajari lebih khusus ke veteriner.

Apa itu veteriner? Veteriner itu hal-hal yang berkaitan dengan hewan atau penyakit hewan. Jadi, materi pelajaran kimia, fisika, dan biologi yang dipelajari adalah materi yang punya kaitannya dengan permasalahan hewan.

2. Anatomi dan Fisiologi Veteriner

Kalau saat ini kalian ada di jurusan IPA atau menyukai pelajaran biologi, pasti tidak akan asing dengan istilah anatomi. Anatomi merupakan bidang studi yang mempelajari tentang struktur organ hidup. Anatomi mempunyai tiga jenis, yaitu anatomi manusia, anatomi hewan, dan anatomi tumbuhan.

Baca juga :  Biaya Kedokteran UGM

Di sisi lain, fisiologi merupakan bidang studi yang mempelajari dan memahami cara kerja organisme dan menjaga agar tetap hidup. Proses perkembangan, metabolisme, reproduksi, dan iritabilitas merupakan bagian dari fisiologi.

Dari sini kalian bisa melihat perbedaan kedokteran hewan dan kedokteran umum adalah jenis anatomi dan fisiologi yang dipelajari. Kedokteran umum belajar tentang anatomi dan fisiologi manusia, sedangkan kedokteran hewan belajar tentang anatomi dan fisiologi hewan.

3. Tingkah Laku Hewan

Susah dong kalau kalian menerjuni jurusan ini tapi tidak memiliki satu pun daftar binatang kesayangan? Mungkin saja ada beberapa jenis hewan yang disukai, benar? Misalnya kalian suka kucing dan memeliharanya, kalian pasti sering memperhatikan tingkah lakunya. Bahkan ketika sudah sangat hafal dengan tingkahnya, kalian bisa tahu ada yang tidak beres saat tingkah lakunya berbeda.

Tingkah laku hewan juga termasuk ke dalam mata kuliah kedokteran hewan. Mata kuliah ini belajar tentang pengertian tingkah laku hewan, berbagai faktor yang melatarbelakangi terjadinya tingkah hewan tersebut, dan berbagai stimulus. Mulai dari peranan dan macam-macam stimulus, sampai metode belajar tingkah laku hewan.

4. Zoonosis

 

Zoo adalah hewan. Kalau dilihat dari namanya sudah pasti tentang hewan. Ya, benar. Zoonosis merupakan sebutan untuk infeksi atau penyakit yang ditularkan secara alamiah di antara hewan bertulang belakang (vertebrata) dan manusia. Zoonosis mempunyai beberapa klasifikasi, seperti berdasarkan hewan penularnya dan agen penyebabnya.

Dilihat dari hewan penularnya, zoonosis bisa ditularkan dari hewan yang dipelihara oleh manusia, hewan liar, dan hewan yang disekitar rumah tapi tidak dipelihara (tikus dan kucing liar). Berdasarkan agen penyebabnya, zoonosis disebabkan oleh parasit, virus, bakteri, dan jamur

5. Ilmu Bedah Hewan Kecil dan Ilmu Bedah Hewan Besar

Kalau kalian masuk ke jurusan kedokteran hewan, kalian pasti akan belajar membedah hewan yang berukuran kecil dan berukuran besar. Ini adalah dua mata kuliah yang terpisah. Ilmu bedah hewan kecil belajar tentang arti, kausa, patogenesis, predisposisi, diagnosa, diferensial diagnosa, dan praktik teknik operasi penyakit bedah organ pada hewan kecil.

Baca juga :  7 Perguruan Tinggi Top dengan Nilai Minimum Masuk Fakultas Kedokteran

Kalau mata kuliah ilmu bedah hewan besar hampir sama dengan ilmu bedah hewan kecil. Materi yang membedakan yaitu adanya tata cara pemeriksaan klinis, dan praktik teknik operasi dilakukan berdasarkan region pada hewan besar.

6. Kesejahteraan Hewan

Bukan cuma manusia yang butuh disejahterakan. Hewan pun iya lho. Kalian pernah dengar kalimat “Gak berperikehewanan” saat melihat teman atau orang asing yang menjahili atau menyiksa hewan? Ternyata memang ada studi yang mempelajari tentang kesejahteraan hewan. Tidak hanya manusia yang butuh kesejahteraan, tapi hewan juga. Ya, kurang lebih seperti mata kuliah kedokteran hewan satu ini.

Mata kuliah kesejahteraan hewan mempelajari tentang hal yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan dari perilaku alami hewan. Kesejahteraan hewan melindungi hewan dari perilaku tidak layak untuk dimanfaatkan oleh manusia. Kesejahteraan hewan mempunyai 5 Prinsip Kesrawan berikut ini.

A. Bebas dari rasa haus, lapar, dan malnutrisi

B. Bebas dari rasa sakit, penyakit, dan cedera

C. Bebas dari rasa tidak nyaman fisik dan suhu udara

D. Bebas dari tekanan dan rasa takut

E. Bebas untuk memperlihatkan tingkah laku alaminya

Kalau kalian sudah rampung dengan mata kuliah itu maka setiap jurusan Kedokteran, baik itu Kedokteran Umum, Gigi, dan Hewan, tetap harus melalui program co-assistant sebelum akhirnya mendapatkan gelar Dokter.

Cooperative assistant atau co-ass adalah suatu jenjang pendidikan profesi yang dijalani oleh seorang lulusan sarjana kedokteran untuk dapat memperoleh gelar dokternya.

Setelah menyelesaikan studi S1, kalian akan menyandang gelar sarjana Kedokteran Hewan. Selanjutnya, kalian akan menjalani masa co-ass selama sekitar 1 tahun. Pada tahap co-ass ini kalian akan mempraktikan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan menangani kasus secara langsung di lapangan.

Baca juga :  Ada Apa Saja di Teknologi Kedokteran ITS?

Ada sejumlah perguruan tinggi yang menyediakan jurusan Kedokteran Hewan yang perlu kalian ketahui antara lain:

– Institut Pertanian Bogor (IPB)

– Universitas Airlangga (Unair)

– Universitas Gadjah Mada (UGM)

– Universitas Udayana (Unud)

– Universitas Hasanuddin (Unhas)

– Universitas Brawijaya (UB)

– Universitas Nusa Cendana (Undana)

– Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

– Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS)

Prospek Kerja Jurusan Kedokteran Hewan

Mata kuliah kedokteran hewan
Sumber Freepik

Dari data portal resmi Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI), kalau benar-benar sesuai dengan jumlah penduduknya, Indonesia membutuhkan hampir 70.000 dokter hewan. Namun saat ini baru ada 20 ribuan dokter hewan yang tersedia. Kemana aja sih jenjang karir dokter hewan?

– Praktik Dokter Hewan

– Peneliti

– Konsultan

– Pengajar di berbagai instansi pemerintah dan swasta.

– Pegawai Negeri Sipil (PNS), misalnya di Kementerian Pertanian atau Direktorat Jenderal Peternakan.

– Perusahaan swasta, khususnya yang bergerak di sektor produksi peternakan atau yang berkaitan dengan pengolahan hasil peternakan.

– Perusahaan makanan dan minuman

– Wirausaha bidang agribisnis peternakan

– Kepolisian dan TNI

– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terkait dengan bidang keprofesian dan Pemberdayaan Masyarakat.

Gimana? udah tau kira-kira masalah kampusnya mau dimana? Bahkan kalian juga tidak perlu khawatir soal karir. Biar nyicil ayem, perlu nih kayaknya ikutan les privat. Tinggal browse aja les privat terbaik di sekitar lokasi kalian!

Referensi:

1. universitas123.com

2. kompas.com

Mata kuliah kedokteran

Tim Bimbel Kedokteran.com ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les SBMPTN Kedokteran kepada tim kami.