les kedokteran, bimbel kedokteran ui, bimbel kedokteran, bimbel masuk kedokteran, bimbel karantina kedokteran, bimbel fk, bimbel utbk, les privat utbk, bimbel masuk ugm, bimbel masuk ptn, bimbel ptn, karantina ui, karantina snbt, karantina utbk, bimbel snbt, bimbel karantina

Pengertian dan Contoh Soal Stoikiometri, Yuk Intip!

Contoh Soal Stoikiometri

Merupakan salah satu materi ilmu kimia yang berfokus kepada kuantitas suatu zat. Stoikiometri juga memiliki konsep untuk menyamakan zat antara sisi kiri dan sisi kanan dalam sebuah reaksi agar berjalan dengan seimbang. Agar lebih mengerti, yuk kita langsung saja kita praktikan, dengan contoh soal stoikiometri.

Tetapi sebelum itu mari kenali lebih jauh stoikiometri dengan pengertian dasarnya.

Baca juga, Kimia Unsur: Kimia UTBK

Pengertian

Rumus Stoikiometri

Sumber: Akupintar

Berasal dari kata “stoicheion” dari bahasa Yunani yang berarti mengukur. Dalam Kimia, Stoikiometri sendiri adalah suatu ilmu yang mempelajari kuantitas suatu zat dalam reaksi kimia.

Prinsip umum dari stoikiometri ini untuk menemukan mol, massa, dan volume zat yang akan direaksikan dan juga dihasilkan. Oleh karena itu hukum-hukum dasar ilmu kimia sangat diterapkan dalam perihal stoikiometri ini. Seperti pemahaman persamaan reaksi, massa atom relatif, massa molekul relatif, dan juga hubungan mol dengan massa zat dan volume.

Materi Stoikiometri

Sumber: Chang, Raymond. 2010. Chemistry (10th edition). New York: McGraw Hill

Tak hanya itu, stoikiometri juga diartikan sebagai perhitungan kimia yang menyangkut kuantitatif zat yang terlibat dalam reaksi. Hal ini juga didasari dengan adanya setengah reaksi dan juga reaksi penuh. Beberapa ketentuan seperti hukum Avogadro, konsep-konsep STP dan nilai-nilai lainnya juga perlu diperhatikan.

Baca Juga : Guru Privat

Dan ingat, suatu reaksi kimia juga dapat dikatakan reaksi stoikiometri apabila suatu reaktan dalam reaksi habis secara menyeluruh. Sebelum lanjut masuk kedalam contoh soal stoikiometri, ada baiknya kita mengetahui beberapa hukum dasar bagi stoikiometri.

Baca juga, Termokimia: Kimia UTBK

Hukum Dasar

Chemistry Lab

Sumber: Smith College

Sebenarnya apa saja hukum dasar yang berlaku dalam ilmu stoikiometri ini? Langsung saja kita bahas beberapa hukum dasar yang digunakan, yaitu seperti:

  • Hukum Kekekalan Massa
    Sesuai dengan namanya, hukum ini menyatakan massa total suatu bahan sesudah reaksi kimia yang sama dengan massa total sebelum terjadi reaksi. Contoh mudahnya adalah, massa kayu yang belum dibakar itu memiliki massa yang sama dengan hasil pembakarannya.
  • Hukum Perbandingan Tetap
    Dicetuskan pertama kali oleh Joseph Proust pada tahun 1799. Hukum perbandingan tetap membahas perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa yang selalu tetap. Seperti, perbandingan massa Hidrogen dan Oksigen dalam air adalah 1:8, yang berarti tidak bergantung pada jumlah air yang dianalisis.
  • Hukum Perbandingan Berganda
    Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan pertama kali mengenai Hukum Perbandingan Berganda. Hukum ini berisikan apabila ada dua unsur yang membentuk lebih dari satu senyawa, perbandingan massa unsur yang satu, justru yang bersenyawa dengan unsur lain yang tertentu massanya adalah bilangan bulat dan sederhana. Contohnya bisa diambil dari, Hidrogen bereaksi masing-masing 1 gram, air yang berbentuk akan mengandung 4 gram O2, dan 8 gram H2O2 (Hidrogen Peroksida) di dalamnya.
  • Hukum Gay Lussac
    Biasa juga dikenal dengan Hukum Perbandingan Volume yang dicetuskan oleh Joseph Gay Lussac. Berdasarkan penelitiannya, ilmuwan asal Prancis ini mengambil kesimpulan bahwa suatu perubahan volume gas itu dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Contohnya adalah pada suhu dan tekanan tertentu, 1 liter gas Nitrogen dapat bereaksi dengan 3 liter gas Hidrogen yang akan menghasilkan 2 liter gas amonia (2NH3).
  • Hipotesis Avogadro
    Seorang ilmuwan asal Italia, Amadeo Avogadro datang dengan hukumnya Hipotesis Avogadro yang melengkapi hukum dasar kimia untuk digunakan dalam stoikiometri. Ia menyatakan bahwa partikel unsur tidak selalu berupa atom yang berdiri sendiri, melainkan bisa juga merupakan molekul unsur seperti H2, O2, N2, dan P4.
Baca juga :  Stoikiometri : Kimia UTBK

Ternyata berdasarkan pemikiran tersebut, Avogadro juga berhasil menjelaskan hukum Gay Lussac dan berakhir membuat hipotesis yaitu pada tekanan dan suhu yang sama. Perbandingan gas yang dimiliki pun akan mempunyai jumlah volume sama yang akan memiliki jumlah molekul yang sama pula.

Baca juga, Stoikiometri: Kimia UTBK

Jenis-Jenis

Percobaan Laboratorium Larutan

Sumber: Chemistry Hall

Ternyata terdapat tiga macam stoikiometri dalam ilmu Kimia, berikut jenisnya serta pengertian-pengertiannya:

  • Stoikiometri Reaksi
    Jenis ini membahas mengenati hubungan kuantitatif antara zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia. Stoikiometri reaksi juga ternyata sering digunakan untuk menyetarakan persamaan reaksi.
  • Stoikiometri Komposisi
    Berbeda dengan Stoikiometri reaksi, jenis ini membahas tentang hubungan kuantitatif massa atau jumlah zat antarunsur dalam suatu senyawa. Dalam penerapannya sendiri, jenis ini sering digunakan untuk menggambarkan jumlah zat Nitrogen dan Hidrogen yang bergabung menjadi amonia kompleks (NH3).
  • Stoikiometri Gas
    Sesuai dengan namanya, jenis ini berkaitan dengan reaksi kimia yang melibatkan suatu gas. Di mana gas pada suhu, tekanan, dan volume tertentu dianggap sebagai gas ideal. Persamaan gas ideal tersebut pun sering dirumuskan dengan PV = nRT (P = tekanan dalam satuan atm, V = volume gas dalam satuan liter, n = jumlah mol, R = tetapan gas 0,082 L atm/mol K, dan T = suhu 273 K).
Baca juga, Laju Reaksi: Kimia UTBK

Contoh Soal Stoikiometri

Ilustrasi Kimia

Sumber: ITB

Setelah memahami konsep dasar yang mencakup pengertian, jenis serta hukumnya. Sekarang waktunya kalian mengetahui contoh soal stoikiometri dan pembahasannya.

Sebelumnya, mari tidak melupakan rumus ini:

Mol = massa/Mr = volume/22.4L = jumlah molekul / 6,023.10²³

Angka 22,4 L merupakan volume gas ideal dalam keadaan Standard Temperature and Pressure (STP), dengan tekanan gas (P) = 1 atm, dan suhu (T) = 273 K. Sementara angka 6,02 x 1023 merupakan besaran tetapan Avogadro. Jadi, 1 mol zat apa pun memiliki jumlah partikel yang sama yaitu sebanyak 6,02 x 1023 partikel.

Baca juga :  Kimia Unsur: Kimia UTBK

Hal itu dapat dipraktikan langsung pada contoh soal stoikiometri berikut ini:

Logam alkali (gol 1) bereaksi dengan halogen (golongan 17) dalam membentuk senyawa ionik logam halida. Berapa gram kalium klorida yang terbentuk dari reaksi 5,25 L gas klorin pada tekanan 0,950 atm dan temperatur 293 K dengan 17,0 g kalium?

pembahasan soal stoikiometri

Sumber: Studiobelajar

Nah, itu dia pembahasan Stoikiometri. Apabila ada pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan, bisa langsung serukan dikolom komentar dibawah ya.

Baca Juga : Les Privat Matematika

Hubungi kami di 089628522526  atau Head Office kami 021-77844897 di setiap senin s.d jumat 09.00-17.00. Anda bisa menemui kami langsung di kantor Ocean Terrace Residence Blok E1 No.1 Jalan Tole Iskandar, Tirtajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. bimbel-kedokteran.com melayani les privat untuk semua wilayah Indonesia.

Referensi: materikimia ; ruangguru

Tim Bimbel Kedokteran.com ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les SBMPTN Kedokteran kepada tim kami.